Tiis (Bahasa sunda dari ‘dingin’) November 5, 2010
Posted by fukachan in Aloe EMOdine Anthrone, memento_memoar.Tags: Diri, Mood, Saya
add a comment
Kalo saya lagi mode tiis (dingin)…
Hal yang berbau romantisme pun ga ngaruh
Senyum pun jadi agak susah *bahaya, tanda ga dimudahin untuk amal tuh* Astagfirullah
——–
Ada2 aja deh, diri ini.
kadang aku ga ngerti maunya apa.
tapi selama ga ngeganggu rutinitas dan dalam tahap wajar, mode kayak gini bisa aku terima dan nikmati
Ampuni hamba June 20, 2010
Posted by fukachan in Aloe EMOdine Anthrone, Antologi puisi.Tags: aku diri, cinta, emo, hati
3 comments
Ya Rabbi
Ampuni hamba…
Rindu ini terkadang terbelokkan
Pikiran ini terbebaskan
Walau aku berusaha mengendalikan
Pikiran ini dalam genggaman,
Getarannya menggetarkan benang gita cinta
Ampuni hamba…
Jika rasa yang Kau Anugerahkan malah
Tersia-siakan
Tidak dihiasi dengan sabar dan syukur…
Ampuni hamba…
Serpihan jiwaku kembali… June 14, 2010
Posted by fukachan in Uncategorized.add a comment
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ini kisah tentang buku hijau bunga kecil penting milik saya –what a name!.
Aku mengetahui keberadaannya yang tidak ada di pagi hari Senin (14 Juni 2010) yang dingin. Tentunya, dinginnya pagi tidak mampu medinginkan kepalaku yang tiba-tiba ngebul oleh ketidakberadaan buku itu. Kenapa? Karena aku mau ngerjain Tugas Akhir, yang biasa kami sebut TA. Ya, di dalam buku itu ada data-data TA yang cukup penting.
Dengan keterbatasan memori, saya berusaha me-recall memori saya tentang buku itu: kapan dan di mana terakhir saya berinteraksi dengan buku itu. Sayangnya, seingat saya, tempat dan waktu terakhir itu adalah Sabtu kemarin sore di depan Lab Klinik di depan rumah sedangkan hari MInggu nya saya merasa tidak ngapa2in sama itu buku.

Cerita berlanjut sampai kegelisahanku yang membuat aku tidak jadi pergi ambil data dulu karena berniat mencari buku di rumah. Ada kemungkinan kebodohan dan kecerobohan saya yang menyebabkan buku itu diletakkan entah di mana. Akan tetapi, hasilnya nihil. Tidak ada yang melihat dan aku pun tidak menemukannya setelah aku mencarinya dengan cukup teliti di dalam rumah.
Aku pun menanyakan perihal buku ini ke teman terdekatku dan dia merasa dia melihat saya membaca buku itu di rumah teman yang kami kunjungi (pada hari Sabtu sore). Ya sudah, kami menyambangi rumah teman itu di sore harinya. Hasilnya? Masih nihil. Akan tetapi, teman terdekatku masih memberikan kemungkinan yang baik: ‘mungkin buku itu disimpan di kamarnya’. Dia juga menawarkan beberapa ide tapi karena aku merasa ga enak aku tolak idenya dan berniat pulang ke rumah.
Sesampainya di depan rumah, teman terdekatku ini menawarkan lagi ide untuk menanyakan ke Lab Klinik itu. Dan entah kenapa saya ini kok pembawaannya males. Setelah aku mengutarakan kemalasanku untuk bertanya ke tempat itu, entah kenapa juga kakiku melangkah ke sana.
Sebenarnya agak pesimis, karena seingatku dan menurut saya, agak muskil tu buku ada di sana. Akan tetapi, pas aku tanya ke mas-mas resepsionisnya…itu buku diam dengan tenang gitu dong di atas meja resepsionis. Dengan rasa senang campur terharu aku mengucapkan berkali-kali terimakasih ke mas tersebut. Ternyata buku itu sudah ditemukan oleh salah seorang pegawai lab tersebut di pagi harinya.
Akhirnya, serpihan jiwaku kembali…Alhamdulillah…Alhamdulillah….Alhamdulillah…-di rumah langsung sujud syukur.
Aku pun menghampiri teman terdekatku dengan senang. Bersyukur dan berterimakasih atas kemungkinan-kemungkinan optimisnya yang dia berikan pada saya. Dia juga telah mengorbankan waktunya untuk membantu mencarikannya…hiks….semoga kebaikannya itu bisa saya balas dan dibalas oleh Nya. Amin..>.<
Dan sambil saya menulis ini dari awal, di sebelah kananku, aku sudah ditemani si buku hijau bunga kecil itu..:3
Jangan pergi lagi ya…:3
NB:
Hikmah dari kejadian ini adalah:
- Kalo mau kerjain sesuatu, jangan ditunda-tunda. Nanti kamu ga akan bisa tahu pastinya kekurangan yang ada.
- Jangan nyerah! Jangan jadi pesimis gitu. Kalo kamu emang nganggap barang itu penting, cari ampe penghabisan..>.<;;/
- Jujur soal kelemahan itu bagus juga efeknya. Efeknya malah jadi muncul kebalikan dari kelemahan dan terkadang itu muncul secara tiba-tiba.
Alhamdulillah…
Iseng di Swalayan June 13, 2010
Posted by fukachan in memento_memoar.Tags: iseng, satpam, swalayan
2 comments
Bismillahirrahmaanirrahiim
Duh, tas ku sayang. Kamu jadi dicurigai gitu..padahal kan kamu ga gede2 amat. Yang punyanya juga ga punya tampang penjahat, lol.
Hahaha…saya yang notabene orang yang ga ambil ribut, ga ambil pusing, nurut, tiba-tiba saja jadi agak membandel. Hahaha.
Entah apa yang terjadi di kepala, entah ada kejutan rangsangan syaraf kayak apa sehingga aku tiba-tiba jadi iseng gini ama satpam cewek di suatu swalayan di Cimahi.
Ya..secara singkat, mba satpam ini nyuruh saya buat nyimpen tas di penitipan tas. Alasannya karena tas ku cukup besar. Tindakan antisipasi katanya. Trus saya berkilah dengan alasan di dalamnya ada dompet dan aku bilang ga ada saku. Padahal di rok ku ada saku dan dompetku bisa masuk dengan paksa. Bener2 deh aku ini iseng secara reflex. Si mba ini tetep kekeh tas saya harus disimpan –ya eyalah- dan saya juga masih kekeh –aku ngelihat mimic mbanya yang memperlihatkan ekpresi ‘ni ce rese juga’.
‘jadi dompet saya ntar dijinjing? Trus kalo dompet saya kenapa-napa mba yang tanggung jawab ya~’. Dan saya sempet ngomong kayak gituan..! kayak bukan saya saja…=,=/. Dan dengan jawaban a la satpam yang professional, dia masih berusaha buat saya untuk nyimpen tas. Hahaha. Sebenarnya saya juga mau nyimpen kok, cuman ntah kenapa belum mau selesai isengnya.
Dan akhirnya beberapa saat kemudian saya bilang..’oke-oke mba, saya simpan, saya simpan kok’ sambil nyengir lebar ketawa senang dan kibas-kibas tangan. Entah kenapa aku sendiri ngerasa, si mba satpam ini udah mulai menyadari bahwa saya sedang aneh. Ah…sudahlah…
Dan akhirnya saya simpan tas hitam yang tak berdosa itu di tempat penyimpanan.
Yeeey
*plak*
Astagfirullah….
Saya teh da udah ngebohong juga…huhuhu…:’(
Seperti bukan diri saya saja…
Atau..diri saya yang lain sedang pengen eksis…halaaaah…
Saya sendiri akui, itu menarik.
Tapi lain kali, isengnya jangan pake bohong laa…hahahaha….
Alhamdulillah….
Tiba-tiba seperti ini…. June 10, 2010
Posted by fukachan in Aloe EMOdine Anthrone, memento_memoar.Tags: DP, Genshiken, pikiran
add a comment
Bismillahirrahmaanirrahhiim…
Apa lagi yang aku pikirkan sekarang.
Awalnya bermula dari membayangkan bagaimana pas besok makan bareng DP
Harusnya ga usah dibayangkan.
Cukup dipersiapkan saja
Ya..walaupun aku ga tahu tema pembicaraannya apa, yang megang Ardi, tapi pasti topiknya ke situ2 juga..ke keadaan Genshiken.
Pertanyaan dimulai dari: ‘kira2 mud ku gimana yah pas besok?’
Pertanyaan ga penting seperti itu malah muncul.
Seharusnya ada tebersit mud bahagia karena berkumpul dan makan bareng bersama di tempat yang udah lama kami ga kunjungi: Gokana. Akan tetapi, aku udah ngebayangin bahwa…kemungkinan besar senyum ku dan keceriaanku adalah topeng dari bayangan beban yang ada padaku. Aku tahu suatu kenyataan. Aku masih memegang perasaan sedih itu juga. Jadi sebenarnya, mud ku hari itu kmungkinan besar adalah…labil.
Itu kalau aku hanya memikirkan dari dari sudut faktor saja: hanya dari aku seorang.
Well… kalau aku diminta penjelasan, aku akan berusaha untuk menjelaskan dengan sebaik mungkin, seprof mungkin lah, sedatar mungkin tidak bawa emosi ku. Aku akan berusaha untuk memegang benang hati dengan baik. Karena kalau kesenggol saja, salah-salah saya bisa emo lagi, labil lagi.
Wallahua’lam.
Saya mah hanya menyiapkan diri saja.
Semoga besok baik2 saja.
Amin
Dan jika dibutuhkan suatu solusi, solusinya keluar….
Amin
dan..Astagfirullah….
Alhamdulillah…
NB: langit malam ini seperti apa ya~?
Beyond The Sky March 2, 2010
Posted by fukachan in memento_memoar.Tags: hati, langit
add a comment
Melihat langit atau, aku sering menyebutnya, menatap langit adalah salah satu cara ku untuk meredam emosiku yang lagi turun atau labil.
Kebiasaanku ini bukan barang lama. Secara ga langsung, aku jadi ngikut kebiasaan teman dekat.
Itu adalah sebuah ladang biru terbesar untuk membuang sampahan emosi.
Seiring dengan hembusan angin dan sapuan awan, semua teriakan dan tangisan akan tersapu tanpa tersisa.
Itu adalah sebuah kubah besar, tak berujung secara vertikal dan horizontal.. Memberikan kesadaran bahwa..aku ini hanya sebuah titik di bawah kubah itu, bukan siapa-siapa, dan masalah yang kuhadapi itu bukanlah apa-apa. Memberikan aku kekuatan untuk menghadapi semua masalah.
Itu adalah pemandangan terindah. Kalau mau menatap lebih lama… sang awan berbagai bentuk akan menyapamu secara bergiliran. Beruang, kelinci, anjing, buaya, bayi…apapun…terlepaslah imajinasi dan secara tak sadar, aku akan tersenyum dan bersyukur dengan sangat. Lubang yang tadinya terbuka tertutup secara pelahan dengan nikmat-nikmatNya yang berserakan.
…
Langit…
Biarkanlah kehangatan matahari menghangatkan hatiku yang kadang dingin ini…
Biarkanlah kelembutan bulan mendayu hatiku…
Biarkanlah gemerlap bintang menghibur hatiku…
Biarkanlah tarian angin membuai hatiku…
Biarkanlah awan membuat hatiku tertawa…
Biarkanlah warna-warni mu menakjubkan mata hatiku…
Tak pernah habis penasaran ini tentang apa yang ada di balik mu selama aku menatapmu…Kamu, yang telah diciptakan Allah Swt.
Gyah… March 2, 2010
Posted by fukachan in memento_memoar.Tags: failed, hidup, misc
add a comment
Bismillaahirrahmaanirrahiiim..
Sebenarnya aku menulis. Akan tetapi karena tulisannya kebanyakan tulisan yang bersifat privasi, jadi agak segan masukin ke forum umum kayak gini…
Failed =p
Ya..sudah..mari kita hidupkan lagi tanpa berbasa-basi ria…
YEEY..!!
Pasca DBD July 14, 2009
Posted by fukachan in memento_memoar.add a comment
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sebenarnya aku udah pernah dapat DB. Waktu SD malah. Tapi aku lupa tingkat berapa…entah kelas 4 atau kelas 5 (kalo ga salah aku juga dapat hepatitis deh zaman2 itu. wew).
Btw sekarang aku udah keluar dari rumah sakit dustira paviliun Teratai kamar 4 nih, yang sebenarnya udah jadi langganan keluargaku kalo ada yang rawat inap -khususnya ibuku. Dibilang keluar juga bukan berarti aku sudah sembuh total. DB ku udah mendingan tapi fungsi hatiku masih kurang bagus. Nilai SGOT ku baru turun 100 poin jadi 200 -normalnya adalah 20. mungkin ini ada efek dari hepatitisku waktu dulu. Jadi fungsi hatiku udah ga terlalu maksimal lagi.
Waktu dirawat aku mendapat beberapa kunjungan yang menyenangkan dan tak terduga.
Semoga aku masih bisa mengurutkannya ya ^^
Yang pertama t’Mita dan Ardi kemudian K’Natz. Kemudian Ardi dan T’Mita lagi. Lalu…ada K’Andrias juga. Ada T’nunu, T’Morin, T’Dina, T’Norma..hyaaa senangnya… Terus Ardi dan Ibn datang. Larsa, Ian, dan Anjar pun menyusul.
Belum dari kenalan-kenalannya Ibu..hahaha…
Salah satu orang yang kuharapkan kedatangannya adalah sobat cewekku. Tapi komen soal penyakit pun enggak. Sedih sih. Kecewa?? Sedikit…
No HP nya seperti sudah berganti saja. Aku SMS pun ga pernah dibalas. Sibuk amat ya?? <haha…beberapa saat aku mengirim sms soal kepulanganku, dia balas kok dan menyanyangkan dia ga sempet menengok. Aku balas dengan menanyakan kabarnya yang ga balas smsku dan ga komen apa pun. Yep dia emang lagi sibuk ama komiknya plus ga ada pulsa plus telp rumah lagi rusak. Wew>
Dapat oleh2 nih dari Rumah Sakit. Pergelangan kananku bengkak karena infus yang terlalu lama. Satu-tiga bentol di tangan kanan dan dua bentol di tangan kiri akibat digigit nyamuk sana. Tangan kanan dan kiri pun membiru karena keseringan diambil darah, wuih. Pernah tuh dalam sehari, 4 kali diambil darah. Entah butuh berapa lama bekas dari ‘kekerasan rumah sakit’ ini bisa hilang, hehe.
Backsong keadaanku di Rumah Sakit adalah lagu ‘Days’ openingnya Eureka Seven yang akhirnya selalu tayang jam 6 sore di salah satu channel TV swasta. Lagu ini menjadi punya makna lebih karena lagu ini pernah menjadi lagu karaokean dua orang rekan terdekat: Ardi dan Hafidz. Mereka melantunkan lagu ini dengan cukup sukses. Aku akan tertawa dengan senangnya jika membayangkan gaya mereka lagi waktu karaokean waktu itu… .
Selagi aku nulis catatan ini, aku smsan ama temen lama yang ternyata dia udah akad ^^. Hyaaa…senangnya…subhanallah walhamdulillah. Doakan aku pun agar secepatnya ya..Nenden..^^ hehe
Log sakit ku:
27-28 Juni 2009 : Ke Pangandaran. Kira-kira dari pukul 20.00, tubuhku sudah menggigil kedinginan. Dua jaket pun ga mempan.
29-30 Juni 2009 : Panas tubuhku mencapai puncaknya: hampir 40 derajat Celsius. Kepalaku pening. Badanku ngilu-ngilu. Seluruh kegiatanku hanya tidur dan makan. Aku ga magang.
Di cek darah. Hasil hemanya masih bagus dan hanya rawat jalan saja. Diagnosis awal berupa radang dan demam tinggi. Dokter memberikanku cefadroxil, parasetamol dan proza.
1-2 Juli 2009 : suhu badanku mendingan. Tapi masih labil. Aku masih bolos magang dan kegiatanku sangat minim.
3 Juli 2009 : Pengecekan darah lagi. Kali ini hasilnya kurang bagus. Tromboku yang pada awal cek darah 185 kali ini menjadi 49. otomatis aku harus dirawat.
4 Juli 2009 : Ardi dan T’Mita menjenguk. Aku udah pindah ke kamar 4 paviliun teratai dari kamar 1 pav mawar.
5 Juli 2009 : Ardi dan T’Mita menjenguk lagi. Adikku dijemput dari Sadang karena panas yang udah dideritanya ga kunjung menurun. Ternyata hasil cek darahnya juga kurang bagus. Trombonya 101. Jadilah ia dirawat di sebelahku
6 Juli 2009 : Aku positif menderita DB menurut hasil pemeriksaan IgG dan IgM. Tanda-tanda bintik merah paling intens ada di kakiku.
7 Juli 2009 : masih dirawat di RS. Kebosanan sudah mulai melanda. Tapi kunjungan dari K’Andrias dan x BPH berhasil mereduksi itu semua.
8 Juli 2009 : nilai tromboku sudah semakin bagus, sudah mencapai 195 malah. Namun, karena belum ada instruksi dari dokter, ni infus masih aja dibetahin di pergelangan tanganku.
Aku juga bolos nyontreng. Ga ada petugas KPU yang jalan-jalan di RS Dustira kayaknya. Curiga pasien lain pun ga nyontreng nih… Jadinya Golput secara ga langsung. Kasihan sekali diriku ini. Tanpa dinyana, Ardi datang membawa Ibn siangnya (kesannya Ibn kayak barang aja..hehe). Bagiku itu adalah suatu kunjungan yang tak terduga..senang..XD. Ibn berhasil nyontreng dengan KTP-S tetapi tidak dengan Ardi. Sama-sama golput karena teknis nih. Kemudian datang tiga serangkai : Larsa, Ian, Anjar. Berbeda halnya dengan larsa, ini adalah pertama kalinya dia nyontreng. Akan tetapi, kesempatan nyontreng kali ini, dia pakai dengan ‘sangat maksimal’. Dasar.
9 Juli 2009 : pergelangan tangan kananku bengkak. Akhirnya keinginanku untuk lepas dari infus tercapai sudah, Alhamdulillah. Kemudian dokter visite pun memberi kabar bagus: hari ini aku bisa pulang -begitu pula dengan adikku. Sebelum pulang aku dapat kabar bahwa K’pandu, seniorku di kendo sedang berada di sekitaran paviliun. Ternyata adiknya sedang dirawat di salah satu paviliun di sana. Wew. Semoga cepat sembuh..
Pukul 16.30 akhirnya aku tiba di rumahku lagi. Home sweet home…
Selamat datang kembali rutinitasku.
Aku sangsi aktivitasku bisa berkurang secara drastis.
Masih banyak amanah yang harus diselesaikan untuk saat ini..kecuali..jika semuanya udah selesai, lembaran amanah yang baru bisa kuatur lebih baik lagi…
Untuk hatiku…maaf ya…ternyata aku kurang memperhatikanmu…terlalu mempercayai…terkadang malah tidak memperdulikanmu…
Aku akan berusaha lebih baik dalam merawat tubuh ini..
Aku tak mau kenyataan bahwa tubuhku yang lemah ini membuatku terlihat lemah.
Untuk semua orang yang selelu memperhatikanku….jazakallahu khairan katsiran…
Aku sayang kalian semua
Dan Rabb….
Ampuni hamba ampuni hamba ampuni hamba yang dhaif ini….
Semoga hamba tidak termasuk golongan orang yang kufur atas Nikmat-nikmat Mu.
Amin…
Alhamdulillahirrabbil’aalamiin..
Insting May 1, 2009
Posted by fukachan in 1.add a comment
Kau juga pernah merasakannya?
Apakah cuma hanya terbersit?
Kalau sampai teringat dosa,
berarti kenikmatan pun juga ada
Kenikmatan yang menyesatkan
Membunuh itu apa menyenangkan?
Mata menyeringai
Darah meluap-luap
Sang tangan pun sudah tak kuat
Oh…Rabb yang menguasai Jiwa
Terizinkan kah perasaan itu?
Hingga muncul kenikmatan yang sederhana
Melihat nafsunya saja
Aku ingin tertawa
Matanya itu melengkung
Alisnya tergantung
Bibirnya menyerutuk
Napasnya begitu teratur
Aku pun pernah…
Tangan ini pun telah siap
Pikiran pun berjalan
Tapi hati bertanya:
Jadi inikah diriku yang sebenarnya?
Dan aku pun memendamnya
Dalam kegelapan yang selalu terang benderang
Kau?
lukisan kosong #1 May 1, 2009
Posted by fukachan in 1.4 comments
B e r b o h o n g i t u t i d a k b a i k
S a n g a t l a h t i d a k b a i k
D a l a m p e l u k i s a n j i w a
J i w a k u s u d a h s u a t u
J i w a t e l a n j a n g
S e b a g a i p e r a s a a n
S e b a g a i p e n j e l a s a n
